Pondok Pesantren Rombongan As-Salafiyyah Asy-Syafi’iyyah Berziarah Makam KH. A. Wahab Hasbullah, Sunan Ampel dan Mbah Hamid Pasuruhan

28 November 2025 - Rombongan santri dan asatidz Pondok Pesantren As-Salafiyyah Asy-Syafi’iyyah menggelar rangkaian kegiatan ziarah ke makam para ulama besar di Jawa Timur. Agenda diawali dengan ziarah ke makan KH. A. Wahab Hasbullah, tokoh pendiri Nahdhotul Ulama dan pahlawan nasional, dilanjutkan ke makam Sunan Ampel di Surabaya dan makam KH. Abdul Hamid (Mbah Hamid) di Pasuruan. Kegiatan ini bertujuan memperdalam spiritualitas, meneladani perjuangan para ulama, serta memperkokoh tradisi pesantren yang telah diwariskan sejak dahulu.

Titik Pertama: Makam KH. A. Wahab Hasbullah

Perjalanan dimulai dari pagi hari dengan mengunjungi makam KH. Wahab Hasbullah, ulama besar yang dikenal sebagai penggerak kebangkitan pemuda dan pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia. Di kompleks makam tersebut, para santri membaca tahlil dan doa bersama untuk mengenang jasa beliau dalam memperjuangkan pendidikan, kemerdekaan, serta perkembangan Islam di Nusantara.

Titik Kedua: Makam Sunan Ampel Surabaya

Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju kompleks religi Sunan Ampel di Surabaya. Sesampainya di lokasi, para santri melakukan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh pengasuh. Suasana khidmat tergambar dari barisan santri yang menjaga adab serta ketertiban selama berada di kompleks makam.

Sunan Ampel dikenal sebagai salah satu tokoh sentral Wali Songo, sekaligus perintis penyebaran Islam di Jawa Timur. Ziarah ke makam beliau diharapkan dapat mempererat hubungan batin para santri dengan perjuangan para wali dalam menyebarkan dakwah Islam yang penuh hikmah dan kasih sayang.

Melanjutkan Perjalanan ke Pasuruan

Setelah dari Surabaya, perjalanan dilanjutkan ke Kota Pasuruan untuk berziarah ke makam ulama karismatik KH. Abdul Hamid, yang lebih dikenal sebagai Mbah Hamid Pasuruan. Beliau merupakan sosok kiai yang dikenal karena kezuhudan, kedalaman ilmu, dan kewalian yang harum namanya di seluruh nusantara. Setibanya di Makam Mbah Hamid, para santri kembali melaksanakan tahlil dan doa bersama.

Nilai Pendidikan dan Kebersamaan

Ziarah ini bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga sarana pembelajaran. Para santri mendapatkan penjelasan mengenai sejarah perjuangan para ulama, pentingnya adab ketika berziarah, serta bagaimana meneladani akhlak mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, kegiatan ini memperkuat semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan ukhuwah di antara para santri. Para pendamping berharap kegiatan seperti ini terus menjadi agenda rutin demi menjaga tradisi pesantren salaf yang telah diwariskan turun-temurun.

Tradisi yang Terus Dilestarikan

Pondok Pesantren As-Salafiyyah Asy-Syafi’iyyah menegaskan bahwa ziarah kepada para ulama merupakan sarana untuk mengingat jasa-jasa mereka sekaligus memperkokoh keimanan. Dengan memahami peran para wali dan kiai dalam menyebarkan Islam di Nusantara, para santri diharapkan semakin mantap menapaki jalan ilmu dan akhlak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *